ceritaku

Hope

Alangkah sedihnya hidupnya tanpa sosok orang tuanya lagi, pada suatu petang pada tanggal 27 juni 2013 lalu saya tak sengaja bertemu dengan seorang anak dijalan, saya menanyakan namanya  dengan ramah dan polos dia menjawabku dengan hati yang lembut, Randy bang, sebutnya dengan polos dan dengan ramahnya dia memberi senyumnya yang penuh dengan makna kepada saya, saya mengalami sebuah ikatan seketika dengan anak itu rasanya saya mengalami sesuatu hal yang sangat dekat dengannya, sedikit demi sedikit dia saya ajak untuk menceritakan kisahnya, aku penasaran dengan hidup dan kehidupannya,  saya memulainya dengan menanyakan ada apa, ada apa dengan mu adikku saya tanya dengan ramah dan penuh perhatian, saya duduk dengannya disebuah taman yang tidak terlalu ramai, dan suasana disana sangatlah sejuk, dengan rindangnya pepohonan hijau,  dia bercerita denganku dan disana  hatiku sangat terenyuh, namun dia tak menunjukkan sedikitpun ekspresi kesedihan dia berkata bahwa dia sudah anak yatim piatu, ia dilahirkan ke dunia ini tepat pada hari ibunya meninggal dunia,  artinya dia lahir pada saat ibunya mengalami hal yang buruk, yaitu blooding parah pada saat melahirkannya,  pada tanggal 01 Oktober 1998 kejadian itu terjadi, di sebuah desa yang tak jauh dari  sebuah  ibukota kabupaten di sumatera utara,  sebuah kisah pilu asal mula kesedihan dirinya dimulai,  dapat dikatakan pada awal mula kehidupannya di dunia ini dimulai sudah merasakan kesedihan yang mungkin mendalam,  bagaimana tidak, disaat dia membutuhkan kasih sayang daripada sang ibunya malah tidak dapat dirasakannya.
Kemudian si adik (randy) mengatakan, saya kuat bang, katanya tanpa ada kesedihan terpapar daripada wajah lugunya itu, namun saya mendengar ceritanya dan mencoba masuk kedalam dunianya merasa sangat sakit dan berat. Dalam hati saya ucapkan ya Tuhan berkatilah anak ini,  selanjutnya dia bercerita kepada saya,” saya dulu bang saat bapak bercerita kepada saya, saya pernah hendak dijual ke orang luar negeri,  katanya, dulu bapak adalah seorang yang merasakan pendidikan yang lumayan bagus, pada jaman penjajahan belanda, bapak merupakan salah satu murid di sebuah sekolah terkenal yang dikomandoi oleh orang belanda dulu, katanya.
 Bapak sangat menguasai bahasa inggris dan belanda, namun karena kelalaian keluarga setahun setelah mendapatkan gelar sarjananya,  ijazahnya hilang dan tak tau kemana akan mengurusnya kembali, karena pada saat itu sekolahnya kangsung ditutup. Kemudian setelah itu ayah pun tak dapat melamar pekerjaan entah kemana. Karena terhalang akan administrasi,  sudah lama dan penuh usaha untuk mencari pekerjaan kemana-mana namun tidak bertemu, ayah memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi keenam anaknya, karena randy memiliki lima lagi saudara. Kemudian jalan keluarnya adalah dia melakukan pekerjaan menjadi penjual kacang di sebuah terminal madya di kotanya, randy merupakan suatu beban tambahan untuknya, karena randy masih kecil pada saat itu, dia harus digendong dan dibawa kemanapun si ayah pergi, si bapak memutuskan untuk membawanya ikut ke terminal menjual kacang dengannya waktu-demi waktu dilalui sang ayah untuk membesarkan si randy tersebut.  Randy menceritakan bahwa  pada umur 13 tahun ayahnya meninggal dunia karena termakan usia,  sekarang randy mengalami hal yang sangat berat, awal penderitaannya yang tahap kedua dimulai, dia menjadi seorang anak yang yatim piatu. dia diasuh oleh saudaranya yang pertama yang kebetulan sudah menikah dan memiliki anak empat  tahun diatasnya,  kepala keluarga otomatis diambil alih oleh abangnya dan  setahun dia tinggal bersama kakak perempuannya dan keluarga abangnya, berat menjalani hidup  dengan anggota keluarga yang banyak dalam satu keluarga sedangkan seorang kepala keluarga tak memiliki pekerjaan tetap, dan hal itu memicu perkelahian dalam suatu rumah tangga dan menjadi alasannya adalah orang yang menjadi beban tambahan di keluarga itu, yaitu kami kata randy, setelah kurang lebih satu tahun kami tinggal dengan abang kami tersebut, perselisihan demi perselisihan terjadi antara abang saya dengan istrinya  yang membuat kami harus diungsikan  ke rumah kami yang lama (setelah ayah meninggal rumah kami kosong karna kami tinggal di rumah abang). 
Hati saya sangat sakit dan sedih disana kami diungsikan atau kata kasarnya dibuang dengan kakak saya sedangkan kakak saya belum terlalu bisa apa-apa.  Disana kami membawa barang-barang seadanya,dan kami menggunakan  barang barang peninggalan orang tua kami yang sangat berharga dan bersejarah bagi kami. Kami diusir dari rumah abang saya kembali kerumah ayah saya dengan kondisi rumah yang sudah tak layak karena sudah hampir lebih satu tahun tidak diurus, kami memulai dengan kakak saya dari nol, kakak masih bingung melakukan apa-apa dia melakukan pekerjaan sebagai penenun ulos dan pada saat itu harga jualnya masih sangat murah, dan dengan alat yang seadanya kami mulai hidup dengan mandiri dan hidup seadanya dengan berdua di rumah yang masih  terasa sangat pilu sekali ,"aku tak tahu bagaimana perasaan kakak saya saat itu, antara bingung dan tak tahu ingin berbuat apa-apa, dia harus memulai keberanian, kemampuan untuk dapat membangun kehidupan kami berdua dirumah itu kembali, sangat sedih ketika mengingat itu" tungkasnya,  mulai dari sekolah menengah pertama hingga kuliah di sekolah pendeta di suatu lembaga gereja di pematang siantar menjadi bukti tanggung jawab yang diberikan si kakak kepadanya sangat jelas dan nyata semoga randy mencapai cita- citanya  dan mampu membahagiakan orang yang menjadikan dia manusia, sekarang dia  memulai kuliahnya dan sudah dipertengahan jalan,  dia memulai kuliahnya dengan sangat dilema dan minim biaya, entah darimana sang kakak mendapatkan uang demi sekolahnya dia mengusahakanya selalu, untungnya dia menyekolahkan adiknya di sekolah lembaga yang keagaamaan dan penuh dengan kepedulian satu sama lain sehingga ditengah keterpurukan dan ketidakmampuan dan keterbatasannya mampu dia tepis dengan bantuan beberapa orang yang berarti di hidupnya, tak dapat dipungkiri rezekinya dan keberuntungannya sangatlah besar, disana dia tak hanya mendapatkan ilmu namun juga keluarga bahkan sahabat yang sangat mengasihinya,  dia menjalani harinya dengan sangat baik semoga dia menemukan impiannya dan menggapainya sehingga dia mampu membahagiakan orang yang sangat menyayanginga dan berkorban baginya.
Bersambung………,

Comments

Post a Comment

Popular Posts